Maria Elisa Hospita
04 Juni 2018•Update: 04 Juni 2018
Shadi Khan Saif
KABUL, Afghanistan
Sedikitnya tujuh orang tewas dan delapan luka-luka akibat sebuah bom yang meledak saat perkumpulan ulama di Kabul, Afghanistan, pada Senin.
Juru bicara kepolisian Kabul Hashmat Stanikzai mengatakan, "Pengamanan ketat diberlakukan selama pertemuan ulama di Loya Jirga, namun pengebom meledakkan diri di jalan utama dekat lokasi pertemuan,"
Menurut Stanikzai, pelaku terlihat berjalan kaki sebelum meledakkan bom, tepat setelah pertemuan itu selesai, dan para ulama tengah bersiap-siap untuk pulang.
Sebelumnya, di hari yang sama, pertemuan yang dihadiri hingga 2.000 ulama Afghanistan tersebut telah menghasilkan sebuah dekrit yang mengecam serangan teror di negara itu.
"Serangan bom telah merenggut nyawa, menyebabkan perpecahan, pemberontakan, praktik korupsi, perampokan, penculikan, dan segala jenis kekerasan yang merupakan dosa besar dalam hukum Islam dan bertentangan dengan perintah Allah" kata dekrit tersebut.
Para ulama juga kembali berseru pada Taliban untuk menghindari kekerasan dan bergabung dalam proses perdamaian Afghanistan.
Hingga saat ini belum ada kelompok yang mengklaim serangan itu, namun kelompok militan pernah menyebut ulama pro-pemerintah sebagai "boneka pemerintah".