28 September 2017•Update: 29 September 2017
Canberk Yuksel
NEW YORK
Kepala dinas pemadam kebakaran sukarelawan di negara bagian Pennsylvania di AS dipaksa mundur setelah menuliskan kata rasis laman media sosialnya.
Paul Smith dari Stasiun Pemadam Kebakaran Kota Cecil menuliskan kata kasar terhadap orang berkulit hitam di halaman Facebooknya. Tulisannya itu menargetkan pelatih sepak bola Amerika Mike Tomlin dari klub Pittsburgh Steelers.
Smith mundur dua hari setelah menuliskan kata-kata itu.
Tomlin adalah pelatih berkulit hitam pertama bagi Steelers. Pada 2009, dia menjadi pelatih berkulit hitam kedua yang berhasil membawa timnya memenangkan piala Super Bowl.
Tomlin mencegah pemain-pemainnya turun ke lapangan Minggu lalu pada saat lagu kebangsaan AS dikumandangkan. Langkah itu menuai berbagai reaksi, mulai dari dukungan hingga kecaman, dari penonton.
Serangan rasis terhadap Tomlin ini datang menyusul sejumlah cuitan dari Presiden AS Donald Trump yang mengkritik atlet-atlet berbayaran tinggi, termasuk mantan pemain klub San Francisco 49ers Colin Kaepernick, yang melakukan aksi protes sejak September. Aksi Kaepernick sendiri dimulai karena dia ingin meningkatkan kesadaran terhadap rasisme dan kekejaman polisi. Trump juga mengkritik pemain bola basket ternama Stephen Curry.
Dalam insiden terpisah, Direktur Polisi Michigan Kol. Kriste Kibbey Etue meminta maaf pada Selasa setelah membagikan gambar di media sosial yang menyebutkan pemain NFL sebagai "sejumlah orang hina yang kaya raya, selalu merasa berhak, arogan, tanpa tahu terima kasih dan anti-Amerika."
"Saya salah karena membagikan pesan itu di Facebook dan saya sungguh-sungguh meminta maaf kepada siapapun yang tersinggung," kata Etua dalam sebuah pernyataan.