Rhany Chairunissa Rufinaldo
14 Mei 2020•Update: 14 Mei 2020
Alaattin Dogru
DAKAR, Senegal
Burundi pada Rabu menetapkan perwakilan lokal dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan tiga ahli kesehatan senior sebagai persona non grata atau orang yang tidak diinginkan.
Mereka dituduh mencampuri urusan internal negara itu menjelang pemilihan umum pada 20 Mei.
Kementerian Luar Negeri mengirim catatan diplomatik ke Kantor Regional WHO untuk Afrika dan kantor Burund dan meminta Perwakilan WHO Dr. Walter Kazadi Mulombo, Prof. Daniel Tarzy, Dr. Ruhana Mirindi Bisimwa dan Dr. Jean Pierre Mulunda Nkata untuk meninggalkan negara pada 15 Mei.
Tujuh kandidat bersaing untuk menguasai kantor Presiden Pierre Nkurunziza, yang telah berkuasa sejak 2005, setelah pihak berwenang mengumumkan pada 7 April bahwa pemilihan umum akan terus berjalan meskipun ada wabah Covid-19.
Burundi dilanda kekerasan pada 2015 ketika Nkurunziza mengumumkan pencalonannya untuk masa jabatan ketiga.
Pengumuman itu dianggap kontroversial karena hanya dua periode yang diizinkan berdasarkan konstitusi negara tersebut.
Krisis menyebabkan ratusan kematian dan memaksa ratusan ribu orang melarikan diri dari negara itu untuk mencari perlindungan di negara-negara tetangga.
Desember lalu, Nkurunziza mengatakan dia tidak akan mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga.
Menurut data Johns Hopkins University, Burundi sejauh ini melaporkan 15 kasus Covid-19, satu di antaranya meninggal dunia, sementara tujuh pasien dinyatakan sembuh.