Rhany Chairunissa Rufinaldo
12 Mei 2020•Update: 13 Mei 2020
ANKARA
Pihak berwenang China di Wuhan siap untuk meluncurkan upaya tes Covid-19 massal setelah kota itu melaporkan enam kasus baru selama akhir pekan.
Menurut harian Global Times, para pejabat kota telah meminta distrik-distrik untuk mengajukan rencana pengujian terhadap seluruh penduduk kota.
Keputusan itu diambil menyusul laporan enam kasus lokal baru setelah kota sumber pandemi itu dinyatakan bebas infeksi selama berminggu-minggu karena karantina yang ketat.
Wuhan, sebuah kota berpenduduk lebih dari 11 juta orang, telah melakukan pengujian terhadap sekitar tiga hingga lima juta penduduk di kota itu setelah Covid-19 pertama kali mewabah di sana pada Desember 2019.
"Sekitar tiga hingga lima juta penduduk telah diuji dan terbukti sehat, dan dengan demikian Wuhan mampu menguji 6 hingga 8 juta sisanya dalam 10 hari," kata Yang Zhanqiu, wakil direktur departemen biologi patogen Universitas Wuhan, seperti dikutip Global Times.
Namun, Yang tidak mendukung langkah pengujian massal dan mengatakan hal itu tidak diperlukan.
"Anda tidak akan pernah tahu jika orang terinfeksi setelah dinyatakan negatif [...] Ini pada dasarnya merupakan penyelidikan epidemiologis untuk menentukan situasi saat ini," ujar dia.
Pada Senin, seorang pejabat di Wuhan dipecat karena kasus infeksi baru-baru ini.
Zhang Yuxin telah diberhentikan dari jabatannya karena manajemen yang buruk atas penutupan dan kontrol komunitas lokal, lansir kantor berita Xinhua.
Kehidupan di Wuhan, ibu kota provinsi Hubei dan episentrum awal virus, secara bertahap kembali normal setelah pemerintah mencabut pembatasan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan pada April.
Pada Selasa, China melaporkan satu kasus baru.
Menurut Komisi Kesehatan Nasional negara itu, kasus baru tersebut dikonfirmasi di wilayah otonomi Mongolia.
Sejauh ini, 4.633 orang di China meninggal setelah tertular virus di antara hampir 82.919 yang dinyatakan positif, sementara 78.171 lainnya berhasil sembuh.