Servet Günerigök
11 Maret 2022•Update: 14 Maret 2022
WASHINGTON
Direktur CIA Bill Burns pada Kamais mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin kalah dalam "perang informasi" di Ukraina.
Hal itu disampaikan Burns untuk menepis klaim Moskow bahwa Kyiv dapat menggunakan senjata kimia.
Berbicara pada sidang Komite Intelijen Senat tentang ancaman di seluruh dunia, Burns memperingatkan bahwa Rusia dapat menggunakan senjata kimia.
Namun, lanjut Burns, Rusia justru melakukan tuduhan itu kepada Ukraina sebagai operasi bendera palsu.
"Ini adalah sesuatu ... yang sangat banyak dari bagian pedoman Rusia," lanjut dia.
"Selama bertahun-tahun saya habiskan waktu sebagai diplomat karir, saya melihat terlalu banyak contoh di mana kita kehilangan perang informasi dengan Rusia," kata Burns.
Menurut Burns, AS memiliki banyak efek dalam mengganggu taktik dan perhitungan Rusia.
"Perang Ukraina menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa ini adalah agresi terencana dan tidak beralasan yang dibangun di atas kebohongan dan narasi palsu."
Pembicara lain dalam persidangan tersebut adalah Direktur Intelijen Nasional Avril Haines, Direktur FBI Christopher Wray, Direktur Badan Intelijen Pertahanan Scott Berrier dan Jenderal Paul Nakasone, Komandan Komando Siber Amerika Serikat.
Haines menuduh pasukan Rusia beroperasi dengan "mengabaikan secara sembrono" keselamatan warga sipil di Ukraina.
Dia mengatakan komunitas intelijen AS tidak memiliki bukti bahwa Ukraina sedang membangun senjata biologis atau nuklir.
Kampanye ini konsisten dengan upaya lama Rusia untuk menuduh Amerika Serikat mensponsori senjata biologis di Ukraina, tambahnya.
Sebelumnya pada hari itu, Gedung Putih menolak tuduhan dari Rusia bahwa AS memiliki laboratorium biowarfare di Ukraina, sebaliknya menuding mempertahankan Moskow yang memiliki program senjata biologis.
Juru bicara Jen Psaki mengatakan tidak hanya Rusia yang memiliki "kapasitas" untuk menggunakan senjata kimia dan biologi tetapi sejarah juga menunjukkan itu.
"Pada saat ini kita harus membuka mata untuk kemungkinan itu," kata Psaki kepada wartawan.