Rhany Chairunissa Rufinaldo
26 November 2018•Update: 26 November 2018
Gulsen Cagatay
ANKARA
Perusahaan Petroleum Nasional China (CNPC) akan mengambil alih peran Total Prancis dalam proyek pembangunan gas alam Pars Selatan Iran, Menteri Perminyakan Iran Bijan Zanganeh mengumumkan pada Minggu.
Total sebelumnya telah menandatangani kontrak senilai USD4,9 miliar (Rp71 triliun) untuk membangun ladang gas super besar South Pars (Tahap 11).
Keluarnya perusahaan Prancis tersebut dari proyek ini terjadi setelah pengumuman Presiden AS Donald Trump pada awal Mei tentang pengunduran diri AS dari Rencana Aksi Komprehensif Gabungan, yang umumnya dikenal sebagai kesepakatan nuklir Iran yang ditandatangani pada 2015 antara Iran dan beberapa negara lain.
Langkah itu telah diperkirakan oleh banyak pihak dan Gedung Putih siap menjatuhkan sanksi terhadap Iran dan perusahaan yang melakukan bisnis dengan Iran.
Total mengindikasikan bahwa mereka tidak punya pilihan selain keluar dari proyek itu setelah pengumuman Trump.
Menurut kantor berita pemerintah Iran, ICANA, Zanganeh mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan negosiasi CNPC mengenai waktu pengerjaan proyek gas tersebut.