Muhammad Nazarudin Latief
13 November 2017•Update: 13 November 2017
JAKARTA
PT Pertamina dan Perusahaan Gas Negara (PGN) memulai kerja sama pembangunan pipa gas Duri-Dumai sepanjang 64 kilometer dengan diameter 24 inch, di Jakarta, pada Senin.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Archandra Tahar mengatakan pipa ini ditargetkan akan beroperasi 11 bulan mendatang. Titik awal dari tie in di Duri Meter Station pipa Grissik-Duri (PT TGI) dan titik akhir di Kilang Pertamina Refinery Unit II Dumai.
Gas yang dialirkan pada ruas pipa tersebut milik Pertamina dan PGN dengan sumber gas yaitu Blok Corriodor (ConocoPhillips), Blok Bentu (Energi Mega Persada/EMP), dan Blok Jambi Merang (JOB Pertamina-Talisman).
“Ini adalah awal kerjasama, lebih penting lagi proyek ini bisa selesai tepat waktu,” ujar Archandra.
Archandra mengatakan tidak mudah mensinergikan dua BUMN, karena masing-masing mempertimbangkan manfaat yang diperoleh perusahaanya.
Kedua perusahaan ini sudah menandatangani Perjanjian Kerja Sama Operasi (KSO) Jumat lalu. Dalam KSO tersebut, PGN menguasai 40 persen saham sedangkan anak perusahaan Pertamina yang ditunjuk melaksanakan proyek ini, Pertagas, sebesar 60 persen.
Menurut Archandra, ini adalah upaya memenuhi kebutuhan Kilang Pertamina Dumai, kebutuhan industri di Riau, kebutuhan pelabuhan, dan industri petrokimia.
Gas yang disalurkan digunakan untuk konversi bahan bakar dari fuel oil menjadi gas sehingga berpotensi meningkatkan kemampuan produksi kilang, dengan kebutuhan gas sebesar 57 juta standard cubic feet per day (MMSCFD) dan meningkat bertahap hingga 120 MMSCFD.
Nilai investasi proyek ini sendiri sebesar USD 52,2 juta dan menyerap tenaga kerja hingga 400 orang pada masa konstruksi.