Rhany Chairunissa Rufinaldo
02 Desember 2019•Update: 02 Desember 2019
Haydar Karaalp, Mehmet Nuri Ucar
BAGHDAD
Pengunjuk rasa membakar konsulat Iran di Provinsi Najaf, Irak, pada Minggu di tengah rangkaian protes yang sedang berlangsung di negara itu.
Menurut sumber yang tidak bersedia disebutkan namanya, pasukan keamanan belum mengidentifikasi pelaku pembakaran gedung konsulat.
Tim pertahanan sipil langsung bertindak untuk memadamkan api.
Saksi mata mengatakan tidak ada staf yang bekerja di gedung itu saat kebakaran terjadi.
Sebelumnya pada 28 November, demonstran Irak juga membakar gedung konsulat tersebut.
Irak telah diguncang gelombang protes sejak awal Oktober untuk menentang praktik korupsi, tingginya angka pengangguran dan minimnya pelayanan dasar.
Tuntutan pengunjuk rasa kemudian meningkat menjadi seruan untuk membubarkan pemerintahan Perdana Menteri Adel Abdul-Mahdi.
Abdul-Mahdi telah mengajukan surat pengunduran dirinya ke parlemen dan disetujui pada Minggu.
Menurut Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia Irak, setidaknya 346 warga Irak tewas dan sekitar 15.000 lainnya terluka sejak protes dimulai pada 1 Oktober.