Rhany Chairunissa Rufinaldo
26 April 2019•Update: 26 April 2019
KHARTOUM
Ratusan ribu warga Sudan, hingga Kamis, terus melakukan aksi protes di luar markas tentara di ibu kota Khartoum untuk menuntut Dewan Transisi Militer (MTC) menyerahkan kekuasaan kepada otoritas sipil.
Demonstrasi tersebut diselenggarakan oleh Aliansi Kebebasan dan Perubahan Sudan, yang terdiri dari Asosiasi Profesional Sudan (SPA) dan beberapa kelompok oposisi terkemuka.
Hingga pukul 17.00 waktu setempat, ribuan demonstran terus berdatangan untuk bergabung dalam aksi protes besar-besaran di depan markas militer di Khartoum.
Pada hari yang saman, puluhan ribu warga juga menggelar unjuk rasa di beberapa kota di Sudan, termasuk kota timur Gadarif dan kota Fashir di bagian barat, kata SPA dalam sebuah pernyataan.
Pada 11 April, militer Sudan menggulingkan Presiden Omar al-Bashir, yang telah memerintah Sudan sejak 1989.
Dewan Transisi Militer, yang dibentuk setelah penggulingan al-Bashir, berencana untuk menjalankan urusan negara selama periode transisi dua tahun, di mana pemilihan presiden akan diadakan setelahnya.
Namun pihak oposisi terus melakukan demonstrasi besar-besaran, menuntut agar dewan militer menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan sipil.