Maria Elisa Hospita
08 Februari 2021•Update: 09 Februari 2021
Islamuddin Sajid
ANKARA
Setelah enam bulan ditahan, China resmi menangkap seorang jurnalis Australia kelahiran China yang dicurigai "membocorkan rahasia negara ke luar negeri".
"Pihak berwenang China sudah memberi tahu bahwa Cheng Lei ditangkap di China pada 5 Februari karena dicurigai memberikan rahasia negara secara ilegal ke luar negeri," kata Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Senin.
Cheng adalah jurnalis media berbahasa Inggris milik pemerintah China, CGTN, ditahan pada 13 Agustus 2020, sebagai tahanan rumah.
Jenis penahanan ini memungkinkan otoritas China menahan orang-orang selama enam bulan tanpa mengeluarkan biaya.
"Pemerintah Australia menyampaikan keprihatinan serius tentang penahanan Cheng, termasuk tentang kesejahteraan dan kondisi penahanannya," imbuh Payne.
Dia menambahkan bahwa pejabat kedutaan Australia telah mengunjungi Cheng enam kali sejak penahanannya, terakhir pada 27 Januari 2021, sesuai dengan perjanjian konsuler bilateral dengan China.
Cheng lahir di Yueyang, Provinsi Hunan pada 1975. Dia pindah ke Melbourne bersama orang tuanya pada usia 10 tahun.
Pada 2001, dia memulai kariernya sebagai reporter bisnis dan bergabung dengan CCTV News, sekarang CGTN.
Ketegangan diplomatik dan perdagangan antara Beijing dan Canberra telah berlangsung sejak lebih dari setahun.