Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Inggris bisa membatasi imigrasi terhadap pekerja berketerampilan rendah dan warga Uni Eropa yang masuk ke Inggris melalui hukum reuni keluarga, menurut rencana Brexit yang bocor ke media lokal.
Sebuah dokumen Kementerian Dalam Negeri yang diperoleh kantor media cetak Guardian dan diterbitkan pada Rabu mengesankan bahwa Inggris mungkin membatasi pergerakan bebas "seperti saat ini" dan mengesahkan peraturan imigrasi baru yang lebih ketat.
Dokumen itu - yang belum ditandangani secara resmi - mengusulkan setelah Brexit, yang diprediksi terjadi pada Maret 2019, semua migran UE yang baru tiba akan kehilangan hak kependudukan tetap kecuali mereka dianggap memiliki keterampilan tinggi. Sebagai gantinya, mereka mendapat status pekerja temporer dengan ijin kerja maksimal 2 tahun.
Proposal itu menunjukkan pemerintahan Inggris mempertimbangkan mengakhiri keluar-masuk bebas bagi pekerja segera setelah Brexit terjadi namun akan mengutamakan pekerja UE dengan keterampilan tinggi yang melamar untuk menetap dan bekerja di Inggris.
Mereka juga tampaknya akan meninjau ulang peraturan mempersatukan keluarga untuk jumlah anggota keluarga bagi warga UE yang ingin tinggal di Inggris. Langkah itu menunjukkan mereka mulai mengabaikan keputusan dari Pengadilan Eropa (ECJ) mengenai persatuan keluarga.
Pemerintahan Inggris berencana mendefinisikan anggota keluarga sebagai "anggota keluarga inti", yang hanya termasuk pasangan, anak-anak dibawah 18 tahun dan kerabat tanggungan.
Perubahan ini, bila disahkan, akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan dokumen.
Tahap pertama akan melibatkan perkenalan RUU imigrasi pada masa sebelum Brexit; itu akan disusul masa penerapan selama "minimal 2 tahun"; dan tahap final adalah ketika hukum-hukum yang lebih ketat sudah disahkan
"Pemerintah akan melihat kebutuhan sosial dan ekonomi negaranya untuk isu migrasi, dan tidak membiarkan keputusan ini menjadi milik warga UE dan perusahaan yang mempekerjakan mereka saja," tulis dokumen yang dibocorkan itu.
Hak-hak warga UE yang tinggal di Inggris dan warga Inggris yang tinggal UE sudah menjadi perdebatan sengit dalam diskusi Brexit, meskipun kedua pihak mengatakan hak-hak warganya tidak boleh digunakan sebagai bahan tawar-menawar dalam negosiasi Brexit.
Inggris memutuskan meninggalkan organisasi Uni Eropa pada Juni 2016 dan diperkirakan akan mengakhiri keanggotannya selama 44 tahun itu pada Maret 2019 setelah menyelesaikan negosiasi dengan UE.