06 September 2017•Update: 06 September 2017
Nezir Aliyev
BISHKEK, Kyrgyzstan
Presiden Uzbekistan dan Kyrgyzstan menandatangani sebuah kesepakatan atas demarkasi 1.170 kilometer atau lebih dari 80 persen perbatasan bersama mereka pada Selasa.
Acara tersebut berlangsung selama kunjungan resmi dua hari Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev atas undangan Presiden Kyrgyzstan Almazbek Atambayev. Kunjungan Mirziyoyev adalah kunjungan resmi pertama presiden Uzbekistan sejak tahun 2000, ketika mantan presiden Islam Karimov mengunjungi negara tersebut.
"Baik warga Kyrgyzstan dan Uzbekistan telah menantikan hari bersejarah ini selama lebih dari 20 tahun," kata Atambayev, dan menambahkan bahwa kunjungan Mirziyoyev telah "membuka era baru antara kedua negara".
Kedua belah pihak juga telah sepakat untuk segera mencapai resolusi untuk 200 kilometer perbatasan lainnya yang menjadi sengketa.
Mirziyoyev menyebut Kyrgyzstan sebagai mitra strategis Uzbekistan. "Kami akan mengubah perbatasan kami menjadi perbatasan persahabatan," katanya.
Ia juga mengatakan, Uzbekistan dan Kyrgyzstan ingin memperbaiki hubungan ekonomi dan meningkatkan volume perdagangan bilateral menjadi USD 500 juta.