Mohamed al-Rayes
29 Oktober 2017•Update: 30 Oktober 2017
Mohammed Dhaysane
MOGADISHU, Somalia
Sedikitnya 10 orang, termasuk seorang mantan anggota parlemen dan seorang pejabat polisi tewas dan lebih dari delapan lainnya luka-luka dalam dua ledakan mobil bunuh diri yang diduga terjadi di sebuah hotel di Ibu Kota Mogadishu, Sabtu malam.
Petugas Polisi Ali Mohamed mengatakan kepada Anadolu Agency melalui telepon bahwa sebuah bom mobil telah menargetkan hotel Nasa-hablood di dekat istana kepresidenan, beberapa saat setelah bom mobil lain meledak di dekat tempat kejadian.
“Serangan pertama disebabkan oleh bom mobil bunuh diri yang menargetkan hotel Nasa-hablood, setidaknya 10 orang terbunuh, lebih dari delapan lainnya luka-luka. Bom mobil kedua meledak 30 menit kemudian di dekat penjara Badan Intelijen Nasional yang dikenal dengan Godka-jilacow,” kata Mohamed.
Menurut kantor berita nasional Somalia (SONNA), mantan anggota parlemen Abdinasir Garane dan mantan komisaris polisi distrik Dayak Mohamed Yusuf termasuk di antara korban tewas.
Media lokal melaporkan bahwa orang-orang bersenjata bersenjata telah menyerang hotel Nasa-hablood setelah ledakan dan baku tembak terus berlanjut.
“Saya telah melihat delapan orang yang terluka di tempat kejadian. Pasukan keamanan Somalia dan layanan darurat ada di sana,” kata Mohamed Gurow, 30, kepada Anadolu Agency.
Hotel Nasa-hablood diketahui terletak di dekat istana kepresidenan di Mogadishu.
Beberapa saat aksi bom bunuh diri itu, kelompok pemberontak Somalia al-Shabaab mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut dan mengatakan pejuangnya masih berada di dalam hotel.
Serangan ini terjadi dua minggu setelah serangan bom truk bunuh diri di Mogadishu menyebabkan lebih dari 358 orang tewas.