ANKARA
Pemerintah Eropa telah secara tajam mengkritik keputusan Parlemen Catalan untuk menyatakan kemerdekaan dari Spanyol dan mengumumkan bahwa mereka tidak akan mengakuinya.
Drama politik kelas tinggi yang terjadi pada Jumat sore, parlemen pimpinan kelompok separatis Catalonia memilih untuk mengumumkan kemerdekaan mereka dari Spanyol.
Beberapa menit kemudian Senat Spanyol memberlakukan Pasal 155 dari konstitusi, yang memungkinkan Madrid untuk mengambil kendali langsung Catalonia, dan memecat pemimpin separatis dan mengadakan pemilihan daerah.
Negara garda depan Uni Eropa, Jerman langsung mengumumkan bahwa langkah kemerdekaan Catalonia merupakan pelanggaran terhadap konstitusi Spanyol, yang mungkin akan meningkatkan ketegangan.
"Kedaulatan dan integritas teritorial Spanyol dan tetap tidak dapat diganggu gugat," ujar juru bicara Kanselir Angela Merkel dalam sebuah pernyataan tertulis saat itu.
"Pemerintah Federal Jerman tidak mengakui deklarasi kemerdekaan semacam itu," kata Juru Bicara Pemerintah Jerman Steffen Seibert.
Dia menambahkan bahwa Berlin akan terus mendukung sikap Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy yang mendukung pemulihan peraturan konstitusional.
"Kami berharap semua pihak akan memanfaatkan peluang dialog dan deeskalasi situasi yang ada," tambahnya.
Di tempat yang sama, Presiden Parlemen Eropa Antonio Tajani mengatakan Parlemen Eropa tidak mengakui deklarasi kemerdekaan oleh Catalonia.
"Deklarasi kemerdekaan yang diputuskan hari ini di Parlemen Catalan adalah pelanggaran terhadap peraturan undang-undang, konstitusi Spanyol dan Statuta Otonomi Catalonia, yang merupakan bagian dari kerangka hukum UE," kata dia dalam sebuah pernyataan tertulis.
"Tidak ada seorang pun di Uni Eropa yang akan mengenali deklarasi ini. Lebih dari itu, perlu ditegakkan kembali legalitas sebagai dasar dialog untuk menjamin kebebasan dan hak semua warga Catalan," imbuh Tajani.
Penolakan kemerdekaan Catalonia juga dinyatakan oleh Inggris. Mereka menolak tegas Deklarasi Kemerdekaan Unilateral yang dibuat oleh parlemen daerah Catalan.
Juru bicara resmi perdana menteri Inggris mengatakan bahwa deklarasi tersebut didasarkan pada sebuah pemungutan suara yang dinyatakan ilegal oleh pengadilan Spanyol.
"Kami ingin melihat peraturan hukum yang dijunjung tinggi, Konstitusi Spanyol dihormati, dan persatuan Spanyol dipertahankan,” sebut dia.
Hal senada juga dilontarkan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyatakan dukungan penuh untuk Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy.
"Saya selalu mengatakan bahwa saya memiliki satu teman bicara di Spanyol yakni Perdana Menteri Rajoy," kata Macron kepada wartawan di sela-sela kunjungan ke Guyana Prancis.
"Ada aturan hukum di Spanyol dengan peraturan konstitusional. Mariano Rajoy ingin peraturan ini dihormati dan dia mendapat dukungan penuh saya," Macron menambahkan.
Dukungan melawan kemerdekaan Catalonia juga disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian yang mengatakan bahwa dia mengamati perkembangan di Catalonia.
“Prancis ingin Spanyol menjadi kuat dan bersatu Hanya ada satu orang yang bicara, yaitu Pemerintah Madrid. Konstitusi Spanyol harus dihormati, oleh karena itu dalam kerangka ini, pertanyaan dari Catalonia harus dipertimbangkan,” kata Le Drian.
"Inilah sebabnya mengapa Prancis tidak mengakui deklarasi kemerdekaan yang baru saja diadopsi oleh Parlemen Catalan," tambah dia.
Di tempat terpisah, Menteri Luar Negeri Serbia Ivica Dacic juga telah menyampaikan penolakan atas berpisahnya Catalonia dari Spanyol.
"Serbia mendukung integritas teritorial Spanyol, dan tindakan ini tidak sesuai dengan sistem konstitusional Spanyol," katanya.
Begitupun dengan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, dalam sebuah pernyataan tertulis, yang menyebut masalah Catalonia sebagai masalah dalam negeri yang harus diselesaikan dalam tatanan konstitusional Spanyol.
"Spanyol adalah sekutu yang berkomitmen, yang memberikan kontribusi penting bagi keamanan bersama kami," katanya.
Adapun Sekretaris Jenderal Dewan Eropa Thorbjorn Jagland juga telah menyampaikan lewat cuitan di twitter tentang masalah ini.
Dia mengatakan, "Kesatuan Spanyol harus dilindungi. Setiap tindakan sepihak untuk kemerdekaan bertentangan dengan apa yang saya yakini: Aturan Konstitusional."
Dalam sebuah pernyataan tertulis, juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Heather Nauert juga menyatakan mendukung Spanyol, dengan menyebut kedua negara memiliki persahabatan yang hebat dan kemitraan yang abadi.
"Catalonia adalah bagian integral dari Spanyol, dan Amerika Serikat mendukung langkah-langkah konstitusional pemerintah Spanyol untuk menjaga agar Spanyol tetap kuat dan bersatu," kata Nauert, dengan mengatakan bahwa kedua negara berkolaborasi untuk memajukan keamanan bersama dan prioritas ekonomi mereka.
Juru Bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders juga berkomentar mengenai masalah tersebut, dengan mengatakan bahwa Gedung Putih mendukung pernyataan Departemen Luar Negeri AS dan mengulangi dukungan mereka untuk Spanyol yang bersatu.
*Ayhan Simsek berkontribusi pada cerita ini dari Berlin, Talha Ozturk dari Beograd, Ahmet Gurhan Kartal dari London, Satuk Bugra Kutlugün dari Ankara, Hajer Mtiri dari Paris, Safvan Allahverdi dari Washington D.C.
news_share_descriptionsubscription_contact

