Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
09 Januari 2020•Update: 10 Januari 2020
Riyaz ul Khaliq
ANKARA
Jepang mengatakan bahwa dukungannya terhadap Amerika Serikat (AS) dalam menanggapi serangan rudal Iran ke pangkalan AS di Irak, lansir media lokal.
Berbicara kepada wartawan di Tokyo pada Kamis, Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan bahwa Jepang telah mendesak semua pihak yang terlibat untuk menahan diri.
"Jadi, sikap kami adalah bahwa kami mendukung respons terkendali [oleh AS]," kata Abe, seperti dikutip Kyodo News.
Pada Rabu pagi, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran meluncurkan puluhan rudal balistik ke pangkalan militer AS dan pasukan koalisi di Irak.
Serangan tersebut dilakukan sebagai tanggapan atas pembunuhan Komandan Pasukan Quds Qassem Soleimani oleh AS pekan lalu.
Menurut televisi yang dikelola pemerintah Iran, 80 warga AS tewas dalam serangan rudal balistik terhadap pangkalan militer di Irak
Namun, Presiden AS Donald Trump mengatakan tidak ada warga Amerika yang menjadi korban dalam serangan tersebut.
"Kami akan terus melakukan segala upaya diplomatik yang memungkinkan untuk memudahkan dan menstabilkan situasi di Timur Tengah," kata Abe.
Menanggapi serangan rudal itu, Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan soal sanksi ekonomi yang lebih keras terhadap Teheran.
Sementara itu, Abe juga membatalkan rencana kunjungannya ke Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Oman setelah serangan tersebut.
Pemerintah Jepang menyetujui pengerahan personel Pasukan Bela Diri ke daerah-daerah di kawasan itu untuk melindungi kapal-kapal komersialnya yang membawa 90 persen impor minyak mentah ke negara itu.