Marıa Elısa Hospıta
09 Januari 2020•Update: 10 Januari 2020
Riyaz ul Khaliq
ANKARA
Lebih dari 19 juta warga Taiwan memenuhi syarat untuk mengikuti pemilihan umum pada akhir pekan ini.
Menurut Komisi Pemilihan Umum Taiwan, pemilu akan digelar pada Sabtu mulai pukul 08.00 hingga 16.00 waktu setempat.
Setiap pemilih berhak mendapatkan tiga surat suara, masing-masing untuk memilih presiden, anggota dewan, dan partai.
Presiden yang terpilih akan dilantik pada 20 Mei mendatang.
Berdasarkan survei teranyar, Presiden Tsai Ing-wen masih unggul dari kandidat presiden lainnya, yaitu Han Kuo-yu dari partai oposisi utama Kuomintang (KMT) dan James Soong dari People First Party.
Menurut pengamat politik, sikap Beijing selama aksi protes di Hong Kong akan berpengaruh besar pada hasil pemilu mendatang.
"Yang menjadi perhatian utama saat ini adalah hubungan Taiwan dengan China dan gelombang protes di Hong Kong. Posisi Presiden Tsai-lah yang diuntungkan di sini," kata seorang pakar politik sekaligus dosen Ilmu Politik di Chinese Culture University di Taipei.
Pada 2016, Tsai menjadi perempuan pertama yang menduduki jabatan tertinggi di Taiwan.
"Meskipun Tsai kerap dikritik, kemungkinan warga Taiwan akan "cari aman" karena Tsai dikenal sebagai pemimpin yang anti-China," ujar pakar tersebut.