Maria Elisa Hospita
25 Oktober 2018•Update: 26 Oktober 2018
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Mantan penasihat keamanan nasional untuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa pemimpin Organisasi Teror Fetullah (FETO), Fetullah Gulen, harus diekstradisi ke Turki karena dapat menimbulkan ancaman keamanan nasional bagi Washington dan Ankara.
Hal itu disampaikan oleh Jeffrey Gordon, yang juga menjabat sebagai juru bicara Pentagon pada 2002-2005, dalam diskusi panel "Kemitraan Keamanan AS-Turki dan Tantangan Saat Ini" yang diselenggarakan oleh Organisasi Warisan Turki.
"Jaringan sekolah Gulen di seluruh Amerika Serikat telah diselidiki oleh FBI dan kedapatan melakukan hal-hal yang tak sesuai dengan undang-undang Amerika Serikat," ungkap Gordon.
"Menurut saya dia harus diekstradisi ke Turki, dan itu berkaitan dengan masalah kemauan politik," tandas dia.
Fetullah Gulen telah hidup di pengasingan di Pennsylvania sejak 1999.
Turki telah berulang kali menyerukan ekstradisi Gulen setelah percobaan kudeta 15 Juli 2016 yang dikoordinasi oleh FETO menyebabkan 251 orang tewas dan hampir 2.200 orang terluka.
Gordon juga mengomentari soal kasus pembunuhan jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, di Istanbul. Menurut dia, kasus itu dipolitisasi oleh media Amerika, yang akan mendorong Presiden Trump untuk bertindak.
Dia mengatakan bahwa Trump harus mencapai keseimbangan hubungan antara Washington dengan Ankara dan Riyadh, yang menurut dia adalah "sekutu terkuat di Amerika."
Khashoggi, kolumnis Washington Post, terakhir terlihat pada 2 Oktober, ketika dia memasuki Konsulat Saudi di Istanbul.
Setelah berminggu-minggu menyangkal mengetahui keberadaannya, Arab Saudi pada Sabtu lalu menyatakan Khashoggi tewas dalam perkelahian di dalam konsulat. Namun, hingga saat ini jasad Khashoggi belum ditemukan.