Sebnem Coskun
07 September 2023•Update: 10 September 2023
SAMUDRA ARKTIK
Ekspedisi Samudra Arktik ketiga yang dilakukan Turkiye tahun ini menjadi tonggak penting ketika mereka menjamu ilmuwan asing untuk pertama kalinya, sehingga mendorong kolaborasi internasional di tengah lautan.
Dalam semangat kerja sama bilateral internasional, para ilmuwan dari Brasil, Republik Ceko, dan Norwegia mendirikan laboratorium unik di Samudra Arktik, tempat mereka melakukan penelitian yang bertujuan untuk memahami dampak perubahan iklim terhadap ekosistem, ikan, dan fitoplankton di kawasan tersebut.
Selain itu, ekspedisi ini berfokus pada penyelidikan jalur perdagangan yang muncul di kawasan Arktik akibat mencairnya es laut, serta menganalisis musim di mana jalur tersebut dapat diakses.
Berbicara kepada Anadolu, koordinator ekspedisi ilmiah Burcu Ozsoy mengatakan, "Keikutsertaan ilmuwan asing dalam ekspedisi Arktik memberikan nilai yang sangat besar bagi kami. Dalam lingkungan yang terisolasi, kolaborasi internasional memberikan kekuatan yang signifikan bagi penelitian kami."
Menggarisbawahi pentingnya kerja sama ilmiah antar negara, Ozsoy juga menyebut, “Kolaborasi antara ilmuwan asing dan ilmuwan Turkiye, yang melakukan penelitian bersama, meningkatkan pengaruh negara kami di bidang diplomasi sains.”
Ekspedisi Penelitian Ilmiah Arktik Nasional ke-3 diselenggarakan di bawah naungan kepresidenan Turkiye dan koordinasi Institut Penelitian Kutub Pusat Penelitian Marmara (MAM), yang merupakan bagian dari Lembaga Penelitian Ilmiah dan Teknologi Türkiye (TUBITAK).
Tim peneliti Turkiye melakukan riset di 28 lokasi berbeda selama sebulan penuh di Laut Barents di Samudra Arktik dengan Polar Xplorer, sebuah kapal penelitian sepanjang 62 meter berbendera Norwegia.