Ahmet Gurhan Kartal
25 April 2022•Update: 26 April 2022
PARIS
Emmanuel Macron telah memenangkan masa jabatan kedua sebagai presiden Prancis berdasarkan menurut hasil lengkap yang dirilis oleh Kementerian Dalam Negeri pada pemilu putaran kedua hari Minggu.
Macron, yang merupakan kandidat dari Partai La Republique En Marche, memperoleh 58,6 persen atau 18.779.809 suara.
Sementara jumlah pemilih mencapai 72,37 persen yang merupakan terendah sejak 1969, menurut kementerian.
Macron memasuki area khusus untuk pidato di depan Menara Eiffel ditemani oleh Beethoven's Ode to Joy.
"Merci," kata Macron berterima kasih kepada para pengikutnya dalam pidato kemenangannya.
“Mayoritas dari Anda telah memilih untuk mempercayai saya selama lima tahun ke depan. Saya berutang kepada Anda,” katanya.
“Setelah lima tahun transformasi, saat-saat bahagia dan sulit, hari ini tanggal 24 April, mayoritas dari Anda telah memilih untuk mempercayai saya memimpin Republik kita selama lima tahun ke depan.
“Saya tahu bahwa banyak rekan senegara kami memilih saya hari ini bukan untuk mendukung ide-ide yang saya pegang, tetapi untuk memblokir ide-ide sayap kanan. Saya ingin berterima kasih kepada mereka di sini dan memberi tahu mereka bahwa saya sadar bahwa suara mereka mengikat saya untuk tahun-tahun mendatang,” kata Macron.
“Hari ini, Anda telah memilih proyek humanis, ambisius untuk kemerdekaan negara kita, untuk Eropa, ambisius dalam nilai-nilainya, sosial dan ekologi, sebuah proyek yang didasarkan pada karya dan kreasi.
“Proyek ini, saya ingin membawanya dengan kekuatan untuk tahun-tahun mendatang, dengan mempertimbangkan suara oposisi dan menghormati perbedaan.”
'Banyak yang harus kita lakukan'
Macron mengakui “kekecewaan” para pendukung Marine Le Pen tetapi menambahkan bahwa dirinya adalah “presiden untuk semua.”
"Banyak yang harus kita lakukan," lanjut Macron.
“Perang di Ukraina ada untuk mengingatkan kita bahwa kita sedang melalui masa-masa tragis ketika Prancis harus menunjukkan kejelasan suaranya dan membangun kekuatannya di semua bidang, dan kami akan melakukannya,” katanya.
"Tidak ada yang akan kita tinggalkan di pinggir jalan."
“Era baru ini tidak akan menjadi kelanjutan dari masa jabatan lima tahun yang telah berakhir,” katanya.
Sementara kandidat presiden sayap kanan Rally Nasional, Le Pen mendapatkan 41,4 persen atau 13.297.728 suara, jumlah tertinggi dalam pencalonan presidennya.
Dengan hasil hari Minggu, Macron telah menjadi presiden Prancis ketiga yang memenangkan dua periode berturut-turut setelah Jacque Chirac dan Francois Mitterrand.
Hasil resmi putaran final pemilihan presiden akan dirilis pada 27 April.