27 Oktober 2017•Update: 29 Oktober 2017
Recep Canik
NAIROBI
Empat orang meninggal dunia dan 26 lainnya terluka akibat bentrokan pendukung oposisi dan polisi yang memprotes pemilihan ulang presiden di Kenya, Kamis.
Pendukung oposisi di provinsi Kisumu, Migori, Homa Bay, Machakos dan Nairobi memprotes keputusan pemilhan ulang dan berunjuk rasa sepanjang hari.
Di Nairobi, pendukung oposisi menutup jalan dengan membakar ban.
Sebagaimana dilansir media Kenya, tembakan polisi ke arah pengunjuk rasa menewaskan di wilayah oposisi mengakibakan satu orang tewas dan 8 lainnya terluka.
Pengunjuk rasa terlibat bentrok dengan pasukan keamanan yang dikirim ke daerah-daerah tersebut. Dua orang dilaporkan tewas di Nairobi.
Selain itu, satu orang dilaporkan meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit di Machakos.
Setidaknya 26 orang harus dibawa ke rumah sakit. Kebanyakan korban luka-luka akibat tembakan polisi.
Sementara itu Ketua Komisi Pemilihan Umum Independen dan Batas Kenya (IEBC) Wafula Chebukati menyatakan pemungutan suara di provinsi Siaya, Homa Bay, Kisumu dan Migori ditunda hingga 28 Oktober karena alasan keamanan.
Masyarakat Kenya kembali memilih presiden setelah pemilu Agustus lalu dibatalkan oleh Mahkamah Agung karena dianggap terjadi penyimpangan.
Oposisi secara resmi mengumumkan pengunduran diri dari pemilihan ini karena menganggap komisi pemilihan tidak netral. Oposisi telah memulai gerakan perlawanan dan menyerukan pendukungnya tidak memberikan suara dalam pemilihan kali ini.