Magdalene Mukami dan Andrew Wasike
NAIROBI
37 orang, termasuk tiga anak kecil, tewas dalam kekerasan menyusul pengumuman hasil pemilu 8 Agustus di Kenya, menurut sebuah organisasi hak asasi dalam laporan yang dirilis pada Senin.
Komisi Nasional Hak Asasi Kenya (KNCHR) merilis laporan tersebut ditengah demonstrasi anti-pemilu rutin yang dilakukan pendukung oposisi.
Laporan itu mengatakan kebanyakan peristiwa tragis itu terjadi di area-area oposisi dan diakibatkan oleh kekerasan polisi terhadap demonstran yang memprotes hasil pemilu yang memenangkan presiden petahana Uhuru Kenyatta.
"KNCHR mencatat 37 korban tewas selama bentrokan tiga hari. Korban tewas termasuk seorang bayi berusia 6 bulan di daerah Kisumu di barat Kenya. Korban-korban lainnya tewas oleh kekerasan polisi yang menggunakan senjata api serta tongkat pemukul," kata anggota dewan KNCHR Kagwiria Mbogori.
Kenya akan menyelenggarakan pemilu ulang pada 26 Oktober. Untuk mengantisipasi itu, KNCHR mengimbau pemerintah membantu lusinan korban terluka lainnya yang masih dirawat di rumah sakit dan di rumah. Banyak korban lainnya memilih diam karena takut teridentifikasi sebagai pendukung oposisi.
Protes semakin parah setelah mantan Perdana Menteri Kenya Raila Odinga - oposisi utama Kenyatta - mengatakan pemilu 8 Agustus kemarin curang. Klaimnya itu mendorong lebih banyak pendukung oposisi turun ke jalan menuntut keadilan.
Mahkamah Agung Kenya menganulir pemilu itu setelah Odinga membawa kasusnya ke ranah hukum. Pengadilan mengatakan terjadi sejumlah hal yang ilegal dan mencurigakan selama proses pemilu, pencatatan hasil dan penyampaian surat suara.
Sementara itu di ibu kota Nairobi, seorang pria ditembak di kakinya dan tiga orang lainnya mengalami cedera parah setelah digilas mobil ketika sedang melakukan protes.
"Mereka ingin membunuh kami, mereka menabrak teman-teman kami dan menembak seseorang," kata seorang saksi mata kepada Anadolu Agency.
Rekaman insiden tersebut menjadi viral pada media sosial dan menerima komentar dari warga Kenya yang menuntut pemerintah menyelidiki peristiwa itu.