17 Oktober 2017•Update: 18 Oktober 2017
Viola Fahmi
KAIRO
Enam orang tewas pada Senin dalam bentrokan antara pasukan keamanan Mesir dan militan tak dikenal di Semenanjung Sinai, demikian menurut sumber lokal dan Kementerian Dalam Negeri Mesir.
Dikabarkan sekelompok pria bersenjata mengendarai mobil dan motor mulai menembaki personil keamanan di luar gereja di kota El-Arish.
Setidaknya enam korban tewas dalam bentrokan yang terjadi, tiga diantaranya merupakan anggota polisi, kata anggota polisi setempat yang namanya tidak ingin disebutkan kepada Anadolu Agency.
Kementerian Dalam Negeri Mesir membenarkan serangan tersebut dan mengatakan "sekelompok teroris" menyerang pos keamanan dekat El-Arish. Namun mereka tidak menjelaskan berapa pos yang diserang.
"Sementara pasukan kami bergegas mendatangi lokasi, para teroris itu menargetkan sebuah bank dekat sana dimana mereka berhasil merampas uang dengan jumlah besar," jelas mereka.
Kementerian juga memastikan tiga polisi tewas.
Dalam statemen terpisah, Bank Al-Ahly memastikan cabangnya di El-Arish memang menjadi target "serangan teroris" dan penyerang berhasil membawa kabur uang dalam jumlah besar.
Mereka tidak menjelaskan tepatnya berapa jumlah uang yang dirampas, namun menjelaskan seorang petugas keamanan bank tewas dalam insiden itu.
Belum ada kelompok yang mengaku melakukan serangan tersebut.
Sebelumnya, militer Mesir mengatakan enam personil mereka tewas dalam bentrokan di Sinai dengan militan.
Semenanjung Sinai di Mesir menjadi pusat pemberontakan militan sejak 2013, ketika Mohamed Morsi, presiden demokratik pertama negara itu, digulingkan dalam kudeta militer.
Sejak itu ratusan personel keamanan Mesir menjadi korban dalam sejumlah penyerangan di Sinai, yang berbatasan dengan Israel dan Tepi Barat.
Pekan lalu, Mesir memperpanjang kondisi darurat di negara mereka selama 3 bulan tambahan, dengan alasan masih adanya ancaman terhadap keamanan negara.