Ahmet Gurhan Kartal
14 Mei 2018•Update: 15 Mei 2018
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Senin mengatakan bahwa Amerika Serikat telah kehilangan perannya sebagai mediator di Timur Tengah dengan keputusan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Erdogan memberikan pernyataan tersebut saat berbicara di Chatham House -- lembaga think thank yang berpusat di London -- bertepatan dengan hari pemindahan kedutaan Besar AS ke Yerusalem.
"Kami sekali lagi menolak keputusan, yang melanggar hukum internasional dan bertentangan dengan keputusan PBB ini," ujar Erdogan.
"Kami tidak bisa berhenti merasa seperti berada di masa-masa gelap sebelum Perang Dunia II," kata Erdogan menanggapi langkah AS memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem.
Presiden Turki juga berbicara tentang konflik dan masalah regional dan internasional dalam pidatonya tersebut.