Chandni
02 Mei 2018•Update: 03 Mei 2018
Alex Jensen
SEOUL
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Rabu sepakat untuk meningkatkan hubungan dengan Korea Selatan dalam berbagai bidang, mulai dari perdagangan hingga pertahanan, setelah upacara penyambutan resmi dan pertemuan dengan Presiden Moon Jae-in di Seoul.
Kunjungan dua hari Erdogan menjadikannya pemimpin pertama Turki yang melawat ke Korea Selatan sejak kedua negara itu meningkatkan hubungan bilateral ke tingkat kemitraan strategis pada tahun 2012, setahun sebelum menandatangani perjanjian perdagangan bebas.
"Kedua pemimpin itu mengatakan perjanjian perdagangan bebas Korea Selatan-Turki (FTA) menjadi fondasi penting dari kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan dengan memastikan pertumbuhan perdagangan yang seimbang antara kedua negara dan sepakat untuk segera menerapkan kesepakatan untuk industri jasa dan investasi dalam kerangka FTA tersebut," bunyi pernyataan pers gabungan yang dirilis pada Rabu.
Hanya beberapa hari setelah pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengambil langkah drastis dan menapaki tanah Korea Selatan, Erdogan juga menyampaikan selamat kepada Moon untuk perjanjian Seoul-Pyongyang yang dibuat Jumat lalu untuk membangun perdamaian dan kemakmuran di semenanjung itu.
Hubungan antara Turki dan Korea Selatan dimulai sekitar tahun 1950an, ketika mereka menjalin persaudaraan selama Perang Korea. Selama perang, pasukan Turki bertugas di bawah Komando PBB, dan 774 tentara Turki menjadi martir.
Namun fokus utama dari kunjungan presiden Turki tampaknya adalah kerja sama ekonomi.
Kamar Dagang dan Industri Korea menjadi tuan rumah pertemuan pebisnis di Seoul pada Rabu pagi, di mana sekitar 150 anggota delegasi Turki bertemu petinggi-petinggi bisnis Korea Selatan.
"Peran perusahaan menjadi lebih penting untuk mempererat hubungan ekonomi antara kedua negara," kata Menteri Perdagangan Korea Selatan Paik Un-gyu dalam pidato pembukaannya.
Volume perdagangan bilateral meningkat lebih dari 17 persen antara 2012 dan 2017, mencapai USD6,12 miliar, menurut data resmi Seoul.
Erdogan siap bekerja sama lebih banyak dengan Moon setelah keduanya setuju meningkatkan perjanjian MIKTA - untuk melibatkan Meksiko, Indonesia, dan Australia - dari sebuah forum menteri luar negeri menjadi forum pemimpin.