01 April 2018•Update: 02 April 2018
Sena Guler
ANKARA
Presiden Turki pada Sabtu mengecam langkah Perdana Menteri Kosovo memecat pejabat tinggi usai mendeportasi enam orang terduga anggota FETO.
Ketika menghadiri Kongres Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) di Pendik, Istanbul, Recep Tayyip Erdogan mengkritik Ramush Haradinaj, Perdana Menteri Kosovo, karena memecat Menteri Dalam Negeri dan badan intelijen.
"Siapa yang menyuruh Anda mengambil langkah tersebut?" tanya Erdogan.
Mengingat Turki merupakan negara kedua setelah AS yang mengakui kemerdekaan Kosovo pada 2008, Erdogan mengatakan: "Sejak kapan Anda mulai melindungi mereka yang merencanakan kudeta di Republik Turki?"
Erdogan mengatakan tindakan tersebut akan dimintai pertanggungjawaban.
Dalam kerja sama dengan intelijen Kosovo, Organisasi Intelijen Nasional Turki (MIT) pada Kamis menahan enam orang yang diduga terlibat dalam kegiatan FETO di Balkan serta menyelundupkan anggota teroris FETO keluar Turki untuk pergi ke Eropa atau ke AS.
Di Turki, terduga anggota Organisasi Teroris Fetullah (FETO) -- semuanya dicari dan dikategorikan sebagai buron menurut hukum Turki -- diserahkan ke pengadilan.
FETO dan ketuanya yang kini berada di Amerika Serikat (AS) Fetullah Gulen menjadi otak dari percobaan kudeta di Turki yang gagal pada 15 Juli 2016 yang menyebabkan 250 orang tewas dan 2.200 lainnya luka-luka.
Pemerintah Turki juga menuduh FETO dibelakang kampanye panjang untuk mengulingkan pemerintahan melalui infiltrasi ke instusi Turki, terutama militer, polisi dan lembaga hukum.
Dalam pidatonya, Erdogan juga menyebutkan jumlah teroris yang telah ditaklukan Afrin mencapai 3.281 orang.
Turki melakukan Operasi Ranting Zaitun pada 20 Januari untuk membasmi kelompok teroris YPG/PKK dan Daesh di Afrin di tengah ancaman teroris yang terus berkembang di wilayah tersebut.