Gözde Bayar
17 Juni 2021•Update: 17 Juni 2021
ANKARA
Perdamaian dan stabilitas di Kaukasus akan menguntungkan seluruh dunia, bukan hanya negara-negara di kawasan itu, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
“Tidak hanya Azerbaijan, tetapi juga semua negara di kawasan itu, termasuk Armenia, dan dunia akan mendapat manfaat dari perdamaian dan kerukunan di Kaukasus,” kata Erdogan dalam pidatonya di parlemen Azerbaijan.
Semua pihak harus memanfaatkan peluang sebaik-baiknya untuk mencegah rantai kekerasan terjadi di leher Kaukasus lagi, tegas dia.
Erdogan menambahkan bahwa jalan menuju perdamaian abadi dapat didirikan melalui kerja sama antara semua pihak dan negara di kawasan itu, dan dikembangkan berdasarkan rasa saling percaya.
“Hari ini, kami mendukung Azerbaijan dengan segala upaya kami. Kami akan mendukung Azerbaijan selanjutnya,” ujar Presiden Erdogan mengulangi dukungan Turki untuk Azerbaijan.
Erdogan menggarisbawahi kemenangan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh tahun lalu – ketika sebagian besar wilayah perbatasan dibebaskan dari pendudukan Armenia – menjadi penyebab keadilan, bukan penindasan.
Dia juga mengatakan kemenangan ini juga menggagalkan rencana “mereka yang melihat dunia sebagai arena ambisi politik dan ekonomi mereka.”
- Pembebasan kota Shusha
Turki senang melihat kota Shusha, Nagorno-Karabakh sebagai ibu kota budaya Azerbaijan tahun ini, sebagai ibu kota budaya Dunia Turki tahun depan, ungkap Erdogan.
Mengenai Proyek Koridor Zangezur Azerbaijan, Erdogan mengatakan proyek itu akan menyalurkan bantuan dan kekayaan ke wilayah tersebut.
“Orang-orang Armenia juga akan dapat mencapai Moskow dan dunia dengan mudah melalui jalur kereta api di koridor Zangezur, sehingga menghindari blokade yang mereka kenakan pada diri mereka sendiri,” tambah dia.
Zangezur adalah bagian dari Azerbaijan, tetapi pada 1920-an, Soviet memberikan wilayah itu kepada Armenia.
Pada Selasa kemarin, presiden Turki tiba di Azerbaijan untuk kunjungan resmi.
Hubungan antara Armenia dan Azerbaijan tegang sejak tahun 1991, ketika militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh, juga dikenal sebagai Karabakh Atas, sebuah wilayah yang diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan, dan tujuh wilayah yang berdekatan.
Tahun lalu, konflik memanas lagi selama enam minggu, berakhir dengan gencatan senjata yang ditengahi Rusia.
Selama waktu itu, Azerbaijan membebaskan beberapa kota strategis dan hampir 300 pemukiman dan desa dari pendudukan Armenia.
Pada 10 November, kedua negara menandatangani perjanjian yang ditengahi Rusia untuk mengakhiri pertempuran dan menyepakati resolusi yang komprehensif.