ANKARA
Hubungan antara Turki dan Qatar akan semakin menguat di tahun-tahun mendatang, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Selasa, saat mengunjungi negara Teluk itu.
Berbicara di Komando Pasukan Gabungan Qatar-Turki di Doha, Erdogan mengatakan bahwa perdamaian dan kesejahteraan seluruh kawasan Teluk itu sangat penting bagi Turki dan Qatar.
“Kami tidak pernah ingin melihat ketegangan, konflik, atau permusuhan di negeri-negeri ini,” tutur dia.
“Kami berharap wilayah yang indah ini, yang memiliki potensi besar baik dalam sumber daya bawah tanah maupun hubungan perdagangan, dapat menjadi wilayah persekutuan dan solidaritas, dan terus menjadi lebih kuat di setiap bidang,” ucap presiden Turki.
Dia menambahkan bahwa Turki sedang berusaha untuk meningkatkan kerja sama dengan semua negara Teluk berdasarkan kepentingan bersama dan rasa hormat.
Erdogan mengatakan bahwa Qatar memiliki tempat yang sangat istimewa di hati rakyat Turki atas dukungannya setelah kudeta yang gagal pada 2016 di Turki.
Mengenai kerja sama ekonomi antara kedua negara, Erdogan mengatakan, “Qatar selalu mendukung kami dalam menghadapi serangan spekulatif terhadap ekonomi Turki dan telah menunjukkan kepercayaannya pada negara kami.”
“Kami juga memberikan dukungan yang diperlukan kepada saudara-saudara Qatar kami yang berkontribusi pada investasi, pekerjaan, produksi, dan pertumbuhan berorientasi ekspor Turki,” ucap dia.
Bersama dukungan dari Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Erdogan menegaskan hubungan kedua negara akan semakin dalam di semua bidang di tahun-tahun mendatang.
Sebelumnya pada Selasa, Erdogan dan Al Thani menandatangani 15 perjanjian baru di sejumlah bidang, termasuk perdagangan, investasi, pembangunan, budaya, pemuda, olahraga, diplomasi, kesehatan, urusan agama, dan media.
Kedua pemimpin juga akan menghadiri pertemuan ke-7 Komite Strategis Tertinggi Turki-Qatar.
Erdogan disambut oleh Al Thani dengan upacara resmi, dan keduanya bertemu empat mata di Amiri Diwan, kantor emir Qatar.
Presiden Turki tiba di ibu kota Qatar, Doha, pada Senin untuk melakukan kunjungan kerja dua hari atas undangan Al Thani.