Diyar Guldogan
31 Oktober 2022•Update: 08 November 2022
ANKARA
Turki akan melanjutkan upayanya untuk menemukan solusi terhadap krisis pangan global, seperti yang telah dilakukan sejauh ini, meski Rusia menarik diri dari kesepakatan yang didukung PBB, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada Senin.
“Seperti diketahui, sekitar sepertiga dari produksi gandum dunia dilakukan oleh Ukraina dan Rusia. Anda adalah saksi terdekat dari upaya kami untuk mengirimkan gandum ini ke negara-negara yang menghadapi ancaman kelaparan,” ujar presiden Turki.
"Dengan mekanisme bersama yang telah kami pastikan untuk didirikan di Istanbul, kami telah memberikan pengurangan relatif dalam krisis pangan dengan menawarkan 9,3 juta ton gandum Ukraina untuk melayani dunia," kata Erdogan pada Kongres Medis Dunia ke-8 di Istanbul.
"Meski Rusia ragu-ragu dalam hal ini karena fasilitas yang sama tidak disediakan untuk dirinya sendiri, kami akan melanjutkan upaya kami untuk melayani kemanusiaan," ujar presiden Turki.
Pernyataan Erdogan itu muncul setelah Rusia pada Sabtu mengumumkan penangguhannya dari kesepakatan ekspor biji-bijian Laut Hitam yang ditengahi PBB.
Turki, PBB, Rusia dan Ukraina menandatangani perjanjian pada 22 Juli di Istanbul untuk melanjutkan ekspor biji-bijian melalui koridor Laut Hitam, yang dihentikan setelah perang Rusia-Ukraina dimulai pada Februari.
Pusat Koordinasi Gabungan dengan pejabat dari tiga negara dan PBB telah didirikan di Istanbul untuk mengawasi pengiriman tersebut.
Setelah Rusia menarik diri, Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar terus bernegosiasi dan berkoordinasi dengan sejawat-sejawatnya agar ekspor biji-bijian di Laut Hitam kembali dilanjutkan.