Ekip
08 April 2018•Update: 09 April 2018
Efsun Yilmaz dan Halil Sahin
DENIZLI, Turki
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada Sabtu, Turki akan terus mengejar para teroris Fetullah Terrorist Organisation (FETO) yang melarikan diri ke luar negeri.
“Sekitar 80 teroris FETO telah dibawa ke Turki. Kami akan mengejar mereka di mana pun mereka melarikan diri," ujar Presiden Erdogan di depan Kongres Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) yang berkuasa di provinsi barat daya Denizli.
Presiden Erdogan mengatakan, FETO menargetkan demokrasi dan kemerdekaan Turki. Saat percobaan kudeta 2016, rakyat Turki menahan serangan peluru dan jet tempur.
"Kami menangkap enam anggota senior FETO. Kami menangkap mereka di Kosovo dan membawa mereka ke sini."
Para perwira intelijen Turki, Maret lalu membawa para teroris kembali dalam sebuah pesawat khusus setelah bekerja sama dengan intelijen Kosovo. Setelah ditangkap, mereka akan diserahkan pada pengadilan.
FETO dan pemimpinnya di AS, Fetullah Gulen mengatur kudeta yang gagal pada 15 Juli 2016. Peristiwa itu menyebabkan 250 orang menjadi korban dan hampir 2.200 orang terluka.
Presiden menambahkan bahwa perlakuan serupa akan dijatuhkan kepada para teroris PKK.
Ankara juga menuduh FETO berada di belakang kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi institusi Turki, khususnya militer, polisi, dan peradilan.
PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa - melancarkan kampanye teror terhadap Turki selama lebih dari 30 tahun dan bertanggung jawab atas kematian hampir 40.000 orang, termasuk wanita dan anak-anak.
Lebih dari 1.200 orang, termasuk personel pasukan keamanan dan warga sipil, telah kehilangan nyawa mereka sejak PKK melanjutkan aksi terornya yang telah berlangsung puluhan tahun.