Maria Elisa Hospita
10 Maret 2020•Update: 10 Maret 2020
Davut Demircan, Firdevs Yuksel, Handan Kazanci
ANKARA / ISTANBUL
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan rencana pertemuan puncak di Istanbul pekan depan bersama dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel.
Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson kemungkinan juga hadir di pertemuan tersebut.
Sepulangnya dari Brussel, Erdogan mengisyaratkan babak baru hubungan Turki-Uni Eropa.
"Kami telah mengambil banyak langkah dan akan terus melakukannya," kata dia lagi.
"Turki telah membayar dengan harga yang mahal untuk gencatan senjata dan melindungi warga sipil di Idlib, Suriah. Sekarang UE harus melakukan bagiannya," tambah Erdogan.
Dia merujuk pada 34 tentara Turki yang gugur di tangan pasukan rezim Bashar al-Assad di Idlib baru-baru ini.
Pelanggaran di zona de-eskalasi ini mendorong Ankara untuk mengubah kesepakatannya dengan Eropa, yaitu tak lagi menghentikan para pencari suaka melewati perbatasannya.