Rhany Chairunissa Rufinaldo
05 Desember 2019•Update: 05 Desember 2019
James Reinl
PBB
Anggota Dewan Keamanan PBB dari Eropa pada Rabu menuding Korea Utara melakukan perilaku provokatif dengan melakukan 13 uji coba rudal balistik sejak Mei dan mendesak negara itu membatalkan program nuklir dan senjatanya.
Sebuah pernyataan dari Inggris, Belgia, Prancis, Jerman, dan Polandia, bersama dengan Estonia, yang akan bergabung dengan dewan pada Januari, mengungkapkan keprihatinan atas uji coba rudal balistik Pyongyang, termasuk peluncuran yang terbaru pada November 28.
"Mereka [Korea Utara] merusak keamanan dan stabilitas regional, serta perdamaian dan keamanan internasional, dan jelas-jelas melanggar resolusi resolusi Dewan Keamanan yang diterima secara bulat," kata pernyataan tersebut.
Negara-negara Eropa mendesak Pyongyang untuk terlibat dengan itikad baik dalam negosiasi dengan Amerika Serikat mengenai denuklirisasi dan untuk memadukan semua senjata pemusnah massal dan program rudal balistik dengan cara yang lengkap, dapat diverifikasi dan tidak dapat diubah.
“Tidak ada cara lain untuk mencapai keamanan dan stabilitas di Semenanjung Korea. Risiko provokasi yang berkelanjutan merusak prospek keberhasilan negosiasi,” tulis pernyataan itu.
Anggota Dewan Keamanan juga membahas Korea Utara secara tertutup dan menerima pengarahan dari Rosemary DiCarlo, kepala urusan politik PBB.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump telah bertemu tiga kali sejak Juni tahun lalu dalam upaya untuk memulai pembicaraan tentang program nuklir dan rudal Pyongyang.
Tetapi negosiasi terhenti dan Pyongyang, yang berada di bawah sanksi PBB sejak 2006, telah memulai kembali uji coba penembakan rudal balistik jarak pendeknya.