Rhany Chairunissa Rufinaldo
06 September 2018•Update: 06 September 2018
Haydar Karaalp
BAGHDAD
Faksi pro-Iran Hashd al-Shaabi, sebuah kelompok tentara Syiah Irak, telah bersumpah untuk menggunakan segala cara yang "sah" untuk mengusir "pasukan pendudukan" yang masih dikerahkan di negara itu.
Dalam pernyataan pada Rabu, faksi itu menggambarkan pasukan asing yang masih berada di Irak sebagai "penjajah" yang "harus diusir".
"Kesabaran kami telah habis dengan kehadiran pasukan asing yang masih ditempatkan di Irak," kata pernyataan itu.
"Kami menganggap pasukan ini sebagai pasukan pendudukan dan akan menggunakan segala cara sah yang kami miliki untuk mengusir mereka," tambahnya.
Pernyataan itu kemudian mendesak ulama Syiah, Muqtada al-Sadr, yang koalisi Sairoonnya menyapu bersih pemilihan parlemen 12 Mei di Irak, untuk tidak tunduk pada tekanan AS terkait pembentukan pemerintahan negara yang baru.
Kekuatan tempur Syiah, Hashd al-Shaabi atau "unit mobilisasi rakyat", didirikan pada akhir 2014 untuk memerangi kelompok teroris Daesh.
Tahun lalu, Hashd al-Shaabi secara resmi dimasukkan ke dalam tentara Irak meskipun ada tuduhan telah melakukan pelanggaran hak di beberapa bagian negara yang berada di bawah kendalinya.