Marıa Elısa Hospıta
08 Januari 2020•Update: 09 Januari 2020
Islamuddin Sajid
ISLAMABAD, Pakistan
Presiden Filipina memerintahkan warganya untuk meninggalkan Irak pasca serangan rudal dari Iran pada Rabu.
Rodrigo Duterte mengeluarkan instruksi itu karena hubungan Amerika Serikat dan Iran terus memanas.
"Pemerintah sudah menaikkan tingkat siaga krisis di Irak dengan menyerukan evakuasi wajib," jelas juru bicara Kementerian Luar Negeri Filipina Eduardo Menez.
Saat ini ada sekitar 1.190 warga Filipina yang berada di Irak.
Serangan rudal itu adalah respons Iran atas pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani dalam serangan udara AS pekan lalu.