Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
08 Januari 2020•Update: 09 Januari 2020
Muhammet Kursun
TEHERAN
Kementerian Luar Negeri Iran pada Selasa memanggil duta besar Inggris untuk Teheran terkait pernyataan yang disampaikan oleh para pejabat Inggris tentang kematian Jenderal Iran Qasem Soleimani baru-baru ini.
Kementerian memanggil Rob Macaire dan menyampaikan protes serta kecaman terhadap pernyataan yang dibuat oleh sejumlah pejabat Inggris tentang pembunuhan Soleimani.
Pada Minggu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan Soleimani memainkan peran utama dalam aksi yang menyebabkan kematian ribuan warga sipil tak berdosa dan personil militer negara-negara Barat.
"Kami tidak akan menyesali kematiannya," ujar Johnson.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab pada Minggu juga ikut mengomentari kematian Soleimani.
"Mari kita perjelas, dia adalah ancaman regional, dan kami memahami posisi Amerika, dan mereka memiliki hak untuk membela diri," tutur dia.
Soleimani, komandan Pasukan Quds Pengawal Revolusi Islam, terbunuh ketika sebuah drone AS menyerang konvoinya di luar bandara Baghdad Jumat pagi.
Kematian Soleimani meningkatkan ketegangan antara AS dan Iran secara dramatis, meskipun selama ini hubungan kedua negara sering memanas sejak 2018, ketika Presiden Donald Trump memutuskan untuk menarik Washington secara sepihak dari pakta nuklir 2015.
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, yang menganugerahkan kehormatan kepada Soleimani tahun lalu, bersumpah akan melakukan pembalasan kejam dalam menanggapi pembunuhan sang jenderal.
Pentagon menuduh Soleimani menyetujui serangan terhadap Kedutaan Besar AS di Baghdad yang terjadi pekan lalu dan berencana melakukan serangan terhadap diplomat dan tentara AS di Irak dan Timur Tengah serta bertanggung jawab atas kematian ratusan tentara Amerika dan koalisi.
*Writing by Mahmoud Barakat