Pizaro Gozali İdrus
14 Agustus 2019•Update: 15 Agustus 2019
Pizaro Gozali
JAKARTA
Malacañang meminta warga Filipina tidak bepergian ke Hong Kong setelah terjadinya pembatalan penerbangan karena gelombang protes anti-pemerintah, lansir Philippine News Agency pada Selasa.
Juru Bicara Kepresidenan Salvador Panelo mengatakan laporan pembatalan penerbangan harus menjadi dasar pertimbangan warga untuk tidak mengunjungi Hong Kong.
“Ini bukan waktu yang tepat untuk pergi ke sana,” kata Panelo.
Meskipun kerusuhan, Panelo mengatakan Departemen Tenaga Kerja dan Ketenagakerjaan belum mengeluarkan larangan penempatan pekerja Filipina di Hong Kong.
"Menteri Tenaga Kerja mengatakan tidak akan ada larangan penempatan untuk sementara waktu," kata Panelo.
Juru bicara Istana mengatakan karena protes "terbatas" ke bandara, kementerian akan terus memantau situasi di Hong Kong.
Senin lalu, para demonstran berunjuk rasa di area bandara hingga menyebabkan arus penerbangan mandek.
Surat kabar South China Morning Post melaporkan bahwa sebanyak 160 penerbangan keluar dan 150 penerbangan masuk pada Selasa sudah dibatalkan.
Sementara itu, Cathay Pacific Airways, maskapai andalan Hong Kong, mengumumkan pembatasan jumlah penerbangan.
Sebagian penerbangan di Bandara Internasional Hong Kong kembali beroperasi pada Selasa.