Muhammad Nazarudin Latief
19 Juni 2019•Update: 20 Juni 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Filipina menahan seorang anggota jaringan pembom bunuh diri Pakistan yang diduga memiliki hubungan dengan teroris lokal di Filipina Selatan, ujar Biro Imigrasi, Rabu.
Komisaris Imigrasi Jaime Morente mengatakan tersangka, yang diidentifikasi sebagai Waqar Ahmad, 36, ditangkap pada Selasa ketika berjaga di toko peralatan milik pamannya di Kota Zamboanga.
Tersangka itu diduga seorang "pembom bunuh diri dan anggota kelompok teroris Dawlah Islamiya" seperti dilansir Straits Times.
Dia sekarang ditahan oleh polisi Zamboanga dan menjalani proses deportasi "karena menjadi orang asing yang tidak diinginkan dan dugaan hubungan teroris serta bekerja tanpa izin," tambah Morente.
Menurut Morente, Ahmad "ditangkap setelah beberapa hari diawasi oleh polisi " di toko peralatan pamannya dan bekerja sebagai "penjaga toko dan pengumpul".
Pemeriksaan dengan catatan Biro Imigrasi menunjukkan bahwa Ahmad tiba di Filipina pada 19 April tahun ini, tambahnya.
"Dia akan dideportasi karena mengganggu keamanan nasional. Dia juga melanggar undang-undang imigrasi dengan bekerja tanpa visa," kata Morente.
Ahmad tidak akan diizinkan memasuki negara itu lagi, kata Morente, seraya menambahkan bahwa dia akan masuk daftar hitam.
Mengutip laporan intelijen internasional, Morente mengatakan Ahmad "diduga memiliki hubungan dengan kelompok radikal Dawlah Islamiya, yang diduga memiliki hubungan dengan Daesh dan kelompok Maute.
Kedua kelompok ini dianggap bertanggung jawab dituduh melakukan beberapa pemboman serangan di Selatan.
Selain itu, informasi intelijen menunjukkan bahwa Ahmad datang ke Filipina "untuk bertemu dengan seorang pemimpin kelompok Abu Sayyaf di Basilan dan merencanakan pemboman bunuh diri di provinsi itu", kata Morente.
Basilan, sebuah pulau di dekat Mindanao, sarang para gerilyawan Abu Sayyaf.
"Pihak berwenang menduga bahwa Dawlah Islamiya berada di belakang ledakan bom yang melukai 18 orang di sebuah restoran di Insulan, Sultan Kudarat 4 April," kata Morente.
Pihak berwenang Filipina memperingatkan bahwa para teroris kemungkinan besar mencoba melakukan serangan di negara itu. Serangan telah dilakukan dengan menggunakan alat peledak yang dimodifikasi dan senjata ringan.
Kelompok-kelompok teroris terus berencana melakukan serangan di berbagai tempat di Filipina, termasuk Manila. Serangan juga akan ditujukan pada tempat-tempat yang dikunjungi orang asing, seperti bandara, pusat perbelanjaan, transportasi umum, dan tempat-tempat ibadah.
Pada 27 Januari tahun ini, setidaknya 27 orang tewas dan banyak lainnya terluka setelah serangan bom di sebuah katedral Katolik Roma yang terletak di Pulau Jolo yang terpencil di Provinsi Sulu.