Rıskı Ramadhan
21 Januari 2018•Update: 22 Januari 2018
ANKARA
Sebuah foto anak terluka yang beredar di sejumlah akun media sosial tidak terkait dengan operasi Turki yang sedang berlangsung di Afrin, Suriah, menurut seorang sumber dari pihak keamanan pada Minggu.
Beberapa akun media sosial pro-PKK membagikan foto seorang anak yang mengalami luka-luka pada Sabtu malam dan Minggu. Foto tersebut diklaim diambil selama operasi Afrin.
Klaim itu benar-benar salah dan bertujuan untuk menyesatkan publik melalui operasi persepsi, kata sumber yang tak ingin disebutkan namanya karena pembatasan berbicara dengan media.
Foto itu diambil pada tahun 2016 dan tidak terkait dengan Angkatan Bersenjata Turki maupun Operasi Ranting Zaitun, tambah sumber tersebut.
Turki meluncurkan Operasi Ranting Zaitun yang bertujuan untuk memerangi organisasi teroris PYD/PKK dan Daesh di Afrin Syria pada Sabtu pukul 17.00 waktu Turki (GMT1400).
Operasi tersebut dilakukan dalam kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB dan hak pembelaan diri berdasarkan piagam PBB, kata Staf Umum Turki dalam sebuah pernyataan pada Sabtu.
Militer juga menegaskan bahwa hanya teroris yang menjadi target dan akan diberikan kepekaan besar agar warga sipil tidak dirugikan dalam operasi tersebut.
Afrin menjadi tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK sejak Juli 2012 setalah rezim Assad di Suriah menyerahkan kota itu kepada kelompok teror tanpa pertempuran.
Kota Kilis dan Hatay di Turki yang berada di seberang perbatasan Suriah termasuk dalam jarak tembak kelompok PYD/PKK dari Afrin. Kelompok teror tersebut juga menggunakan Gunung Amanos yang terhubung dari Afrin untuk menyusup ke Turki.
PYD/PKK juga bergantung pada Afrin untuk terhubung dari barat laut Suriah ke Laut Mediterrania.
Melalui Afrin, organisasi teroris tersebut juga mengancam hasil yang dicapai dalam Operasi Perisai Eufrat dan zona de-eskalasi Idlib. Seperempat tanah Suriah dan 65 persen perbatasan Turki-Suriah berada di bawah pendudukan organisasi teroris tersebut.
Operasi Perisai Eufrat diluncurkan pada Agustus 2016 dan berakhir pada akhir Maret 2017 dengan tujuan meningkatkan keamanan, mendukung pasukan koalisi dan menghilangkan ancaman teror di sepanjang perbatasan Turki.
http://aa.com.tr/en/middle-east/injured-child-picture-not-linked-to-afrin-operation/1037567