Ekip
25 Agustus 2021•Update: 25 Agustus 2021
LONDON
G7 pada Selasa mencapai kesepakatan tentang bagaimana mereka terlibat dengan Taliban di Afghanistan dan mereka menegaskan kembali komitmen kemanusiaan kepada warga Afghanistan setelah gerakan Taliban mengambil alih negara itu.
Dalam pertemuan darurat secara virtual yang diketuai oleh Inggris, G7 juga mendesak Taliban untuk menjamin perjalanan yang aman bagi semua warga Afghanistan yang ingin keluar dari batas waktu yang ditentukan AS pada 31 Agustus.
“Kami menegaskan komitmen kami kepada rakyat Afghanistan, termasuk melalui upaya kemanusiaan yang diperbarui oleh komunitas internasional. Kami mendukung PBB mengoordinasikan tanggapan kemanusiaan internasional segera di kawasan itu,” ungkap sebuah pernyataan dari G7.
“Saat kami melakukan ini, kami akan menilai pihak-pihak Afghanistan dengan tindakan mereka, bukan kata-kata. Secara khusus, Taliban akan dimintai pertanggungjawaban atas tindakan mereka dalam mencegah terorisme, isu HAM khususnya pada perempuan dan minoritas dalam penyelesaian politik inklusif di Afghanistan.”
“Legitimasi pemerintahan masa depan bergantung pada pendekatan yang sekarang diambil untuk menegakkan kewajiban dan komitmen internasionalnya untuk memastikan Afghanistan yang stabil,” kata pernyataan itu.
Prioritas anggota G7 adalah untuk memastikan evakuasi yang aman dari semua warga negara asing di Afghanistan dan warga setempat yang mendukung pasukan koalisi NATO selama konflik 20 tahun.
G7 mengungkapkan bahwa mereka akan terus berkoordinasi dengan Taliban untuk memastikan evakuasi berlanjut tanpa masalah.
Pernyataan dari negara-negara paling kuat dan kaya di dunia itu dirilis pada hari yang sama ketika Presiden AS Joe Biden menolak untuk memperpanjang tenggat waktu evakuasi dan tetap pada keputusannya sebelumnya.
Upaya Inggris untuk membujuk AS agar memperpanjang evakuasi tampaknya gagal dan Taliban telah memperingatkan bahwa perpanjangan apa pun akan mendapat "konsekuensi."