Riyaz Khaliq Khaliq
22 April 2026•Update: 22 April 2026
China menyatakan dukungan terhadap upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik antara Amerika Serikat dan Iran, di tengah perpanjangan gencatan senjata oleh Washington.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun pada Rabu mengatakan situasi di kawasan saat ini berada pada tahap krusial sehingga pencegahan kembalinya konflik bersenjata menjadi prioritas utama.
“Situasi saat ini di kawasan berada pada tahap kritis. Prioritas mendesak adalah mencegah, dengan segala cara, kembalinya pertempuran,” ujarnya di Beijing.
Ia menambahkan China mendukung semua pihak untuk melanjutkan upaya politik dan diplomatik guna mencapai gencatan senjata penuh dan berkelanjutan serta menjaga perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.
Pernyataan Beijing muncul setelah Presiden AS Donald Trump pada Selasa mengatakan Washington akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran guna memberi waktu bagi Teheran menyiapkan “proposal terpadu”, menyusul permintaan pejabat Pakistan.
Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menyebut Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Marsekal Lapangan Asim Munir dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif meminta AS menunda aksi militer lanjutan hingga proposal bersama dapat disusun.
Gencatan senjata yang menghentikan perang AS-Israel dengan Iran sejak 8 April itu semula dijadwalkan berakhir pada Rabu.
Pejabat AS dan Iran dijadwalkan bertemu untuk putaran kedua pembicaraan di Islamabad pekan ini. Namun, Teheran mensyaratkan pencabutan blokade Selat Hormuz oleh Washington sebagai prasyarat kehadiran dalam negosiasi.
Konflik bermula pada 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan terhadap aset dan pangkalan AS di kawasan Timur Tengah.
Islamabad sebelumnya menjadi tuan rumah pembicaraan tingkat tinggi antara Washington dan Teheran pada 11–12 April, yang merupakan pertemuan tertinggi sejak kedua negara memutus hubungan diplomatik pada 1979.
Iran sempat mencabut kendalinya atas Selat Hormuz pada Jumat lalu, namun kembali memberlakukannya sehari kemudian setelah Trump menyatakan blokade terhadap pelabuhan Iran tetap berlangsung.