Muhammad Abdullah Azzam
08 Maret 2019•Update: 10 Maret 2019
Lokman İlhan, Muhammed Emin Canik
CARACAS
Presiden dari kelompok oposisi Venezuela Juan Guaido mengomentari masalah pemadaman listrik dan komunikasi di negaranya.
"Venezuela sangat tahu bahwa ketika pencaplokan posisi kepresidenan berakhir, listrik akan kembali [hidup]," ungkap Guaido.
Akibat kerusakan pembangkit listrik tenaga air Simon Bolivar di negara bagian Bolivar, 22 dari 23 negara bagian di Venezuela tak mendapatkan pasokan listrik sejak pukul 16.00 waktu setempat.
Belum diketahui penyebab kerusakan.
Sementara pemerintah mengungkapkan bahwa pemadaman listrik itu akibat sabotase terhadap pembangkit listrik.
Pemadaman listrik itu memberikan dampak negatif bagi masyarakat di mana layanan kereta dan bandara di negara tersebut terganggu.
“Sekarang bagaimana kita bisa hidup di negara yang kuat tetapi tak ada listrik. Bagaimana seorang ibu memasak, pasien yang butuh mesin penunjangn hidup dan pekerja yang perlu bekerja?” ujar Guaido.
“Kami akan mengalahkan rintangan dengan melakukan demonstrasi. Sampai bertemu di jalan pada hari Sabtu," seru dia.
Di sisi lain, situs berita internet El-Nacional yang dikenal dekat dengan kubu oposisi melaporkan bahwa wanita di beberapa bagian ibu kota melakukan protes dengan memukuli panci dan penggorengan.