Muhammad Nazarudin Latief
27 Desember 2017•Update: 27 Desember 2017
Muhammad Nazarudin Latief
JAKARTA
Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan melakukan efisiensi dan pengetatan anggaran untuk tahun depan, setelah pemerintah memutuskan tidak menaikkan tarif dasar listrik (TDL) hingga Kuartal I Tahun 2018 berakhir.
Direktur PLN Sofyan Basir mengatakan, saat ini kondisi keuangan PLN masih cukup menutupi beban perusahaan, apalagi PLN juga menerima tunggakan pembayaran subsidi dari pemerintah.
“Prinsipnya kami memahami dan mencoba efisiensi ke dalam selama tiga bulan di tahun 2018,” ujarnya di Jakarta, Rabu.
Efisiensi, menurut Sofyan, akan dilakukan pada berbagai lini usaha. Seperti zonasi Bahan Bakar Minyak (BBM), mencari batu bara dengan harga murah dan berkualitas bagus, serta berbagai langkah lain.
Sebelumnya, pemerintah berkomitmen tidak menaikkan harga BBM dan seluruh golongan TDL hingga kuartal pertama 2018 berakhir. Sepanjang tahun 2017, pemerintah juga tidak pernah menaikkan BBM dan tarif listrik. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan untuk menjaga daya beli masyarakat.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta Menteri Keuangan segera membayar tagihan-tagihan subsidi pada PLN dan badan usaha lain, seperti Pertamina.
“Secara anggaran sudah dialokasikan di APBN untuk subsidi. Saya mohon ada perhatian untuk ini,” ujar Menteri Jonan di tempat yang sama.
Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik mengatakan, harga minyak mentah dunia (crude oil) hingga November terus mengalami kenaikan, dari kisaran USD38 per barel tahun lalu dan kini sudah pada kisaran USD50 per barel.
Pada September lalu, Pertamina sudah membukukan laba sebesar USD1,99-2 miliar.
“Secara finansial Pertamina membutuhkan laba, agar cash flow tidak ada gangguan,” ujarnya.
Pertamina juga akan melakukan berbagai efisiensi ongkos produksi dan distribusi BBM menyusul keputusan pemerintah menahan laju harga BBM.
Selain itu, kata Elia, juga akan ada penghematan di sektor lain yakni dengan penggantian model bisnis. Biasanya, Pertamina melakukan stok BBM, namun cara ini akan diganti dengan segera melakukan distribusi dan melepas BBM ke pasaran setelah impor.
“Ada juga penghematan di kilang dan sektor downstream. Ini the state of efficiency, hasilnya bisa kita nikmati lebih dari setahun,” ujar dia.