Muhammad Abdullah Azzam
10 Mei 2019•Update: 13 Mei 2019
Hussein Mahmoud Ragab Elkabany, Enes Canlı
KAIRO
Komandan pasukan pemerintah Libya Timur, Khalifa Haftar mengunjungi Kairo untuk kedua kalinya dalam sebulan terakhir setelah dia memerintahkan serangan untuk menaklukkan ibu kota, Tripoli.
Menurut pernyataan tertulis dari Kepresidenan Mesir, pemimpin pasukan Libya, Haftar berjumpa dengan Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi dan Kepala Intelijen Mesir, Abbas Kamel, Kamis kemarin di ibu kota, Kairo.
Pernyataan otoritas Mesir itu mengatakan bahwa al-Sisi menegaskan kembali "dukungan negaranya terhadap operasi-operasi kontra-terorisme di Libya". Sementara Haftar juga mengapresiasikan segala bentuk dukungan Mesir untuk rakyat Libya.
Sebelumnya Haftar telah bertemu al-Sisi di Kairo pada 14 April lalu.
Mesir adalah salah satu pendukung paling loyal terhadap Khalifa Haftar, komandan kontroversi dengan operasi bersenjatanya di Libya.
Sejak awal April, pasukan pemerintah Libya Timur yang dipimpin Komandan Khalifa Haftar meluncurkan operasi militer dengan tujuan untuk merebut Tripoli dari Pemerintah Pusat Kesepakatan Nasional (GNA).
Libya masih dilanda krisis kekerasan sejak 2011, ketika pemberontakan yang didukung NATO menyebabkan penggulingan dan terbunuhnya Presiden Muammar Khaddafi setelah empat dekade berkuasa.
Sejak itu, perpecahan politik Libya menghasilkan dua kursi kekuasaan saingan - satu di Al-Bayda dan satu lagi di Tripoli - bersama dengan sejumlah kelompok milisi bersenjata berat.