Maria Elisa Hospita
13 Februari 2019•Update: 13 Februari 2019
Mohamed Majed
GAZA CITY, Palestina
Seorang pemimpin gerakan perlawanan Palestina Hamas pada Selasa meminta pertanggungjawaban Israel karena membunuh demonstran Palestina - termasuk anak di bawah umur - di sepanjang zona perbatasan Gaza-Israel.
"Pendudukan Israel bertanggung jawab penuh atas kejahatan kemanusiaan ini, termasuk menyerang anak-anak yang tak bersalah dan demonstran yang tak bersenjata," tegas Ismail Radwan.
Dia menjelaskan bahwa dua remaja Palestina baru-baru ini dibunuh oleh pasukan Israel di dekat perbatasan.
"Jumat lalu, dua remaja Palestina tewas dan 17 lainnya terluka di perbatasan,"
Kementerian Kesehatan Gaza kemudian mengidentifikasi dua korban itu sebagai Hassan Shalabi (14) dan Hamza Ashtiwi (18).
"Kami akan terus melakukan perlawanan kami sampai cita-cita kami sejak lama terpenuhi," kata Radwan.
Sejak warga Palestina menggelar unjuk rasa di perbatasan pada Maret lalu, lebih dari 250 demonstran dan ribuan lainnya terluka akibat tembakan tentara Israel.
Para demonstran menuntut hak para pengungsi Palestina untuk kembali ke rumah mereka di Palestina.
Mereka juga menuntut diakhirinya blokade Israel di Jalur Gaza yang telah berlangsung selama 12 tahun dan menyebabkan dua juta penduduk di daerah pesisir itu mengalami krisis komoditas dasar.