Muhammad Abdullah Azzam
21 Mei 2019•Update: 22 Mei 2019
Safiye Karabacak
SANA’A
Kelompok Houthi di Yaman membantah tudingan bahwa pihaknya melakukan serangan rudal balistik yang menargetkan kota Mekah.
Juru bicara Houthi Kolonel Yahya Seri mengungkapkan melalui media sosial bahwa bukan yang pertama kali Rezim Saudi menuding kelompoknya melancarkan serangan ke Mekah.
Kolonel Yahya Seri menggambarkan pernyataan Arab Saudi itu sebagai "tuduhan untuk menutupi kejahatan terhadap rakyat Yaman dengan menyalahgunakan posisi Mekah di dalam hati umat Islam".
Pertahanan udara Arab Saudi kemarin mencegat dua rudal yang ditembakkan oleh kelompok pemberontak Houthi dari Yaman ke wilayah negara tersebut.
Sementara Houthi dua hari lalu mengancam akan menyerang 299 titik di Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan markas militer kedua negara tersebut di Yaman.
Yaman telah dilanda kekerasan sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar wilayah negara, termasuk Sanaa.
Krisis meningkat pada 2015 ketika koalisi militer yang dipimpin Saudi melancarkan kampanye udara di Yaman untuk menggempur Houthi.