Iqbal Musyaffa
14 Oktober 2020•Update: 14 Oktober 2020
JAKARTA
International Monetary Fund (IMF) dalam outlook ekonomi dunia edisi Oktober 2020 memproyeksikan ekonomi dunia pada tahun ini tumbuh minus 4,4 persen, atau sedikit lebih baik dari proyeksi sebelumnya pada Juni lalu yang sebesar minus 4,9 persen.
Kepala Ekonomi IMF Gita Gopinath mengatakan peningkatan proyeksi tersebut disebabkan oleh menguatnya tanda-tanda pemulihan ekonomi pada kuartal ketiga.
Sementara itu, IMF justru mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi 2021 dari 5,4 persen pada Juni lalu menjadi 5,2 persen pada proyeksi Oktober ini.
“Perkiraan pertumbuhan di negara maju dan berkembang selain China diperkirakan tetap di bawah capaian 2019 yang berlangsung hingga tahun depan,” jelas Gita dalam laporannya, Rabu.
Menurut dia, negara-negara yang mengandalkan ekspor minyak akan mengalami pemulihan yang lebih lemah dibandingkan negara-negara yang mengandalkan manufaktur dalam perekonomiannya.
Gita menambahkan bahwa prospek pendapatan pada negara maju dan berkembang selain China akibat dari pandemi diperkirakan memburuk.
Perkiraan pertumbuhan ekonomi negara maju pada tahun 2020 sebesar minus 5,8 persen kemudian akan membaik pada tahun 2021 menjadi 3,9 persen.
Sementara pada negara berkembang selain China diperkirakan tumbuh minus 5,7 persen pada 2020 dan akan pulih menjadi 5 persen pada tahun depan.