Muhammad Abdullah Azzam
14 Oktober 2020•Update: 15 Oktober 2020
Esref Musa, Ethem Emre Ozcan
TAL ABYAD, Suriah
Ribuan keluarga di Tal Abyad terpaksa mengungsi ke Turki dan ke daerah yang dikuasai pasukan oposisi ketika Turki tahun lalu melancarkan Operasi Mata Air Perdamaian untuk memberantas organisasi teroris yang mengancam keamanan.
Turki, pada 9 Oktober 2019, meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian untuk memberantas para teroris YPG/PKK dari Suriah utara, sebelah timur Sungai Efrat untuk mengamankan perbatasan Turki, membantu pengembalian pengungsi Suriah dengan aman, dan memastikan integritas wilayah Suriah.
Warga Suriah yang melarikan diri ke Turki dan daerah yang dikuasai oleh pemberontak Suriah di Suriah dari kelompok teror yang menduduki tanah air mereka kini terus pulang kampung ke kota yang dibersihkan dari teroris oleh Operasi Mata Air Perdamaian Turki.
Ketika kehidupan kembali normal di Tal Abyad setelah dibebaskan dari teroris setahun yang lalu oleh pasukan Turki, upaya pemeliharaan dan pemulihan terus berlanjut di beberapa kota di Suriah utara.
Mahmoud Khalaf Abu Ukba, salah satu penduduk yang kembali ke rumahnya, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pada 2014, dia harus melarikan diri dari serangan organisasi teroris Daesh/ISIS untuk mencari perlindungan di kota Azaz, yang dikendalikan oleh oposisi Suriah.
"Saya tinggal di Azaz selama lima tahun. Berkat operasi Tentara Nasional Suriah (SNA) yang didukung Turki, kami mendapatkan kembali tanah kami. Kami senang bisa kembali ke rumah saya," ujar dia.
Abu Ukba juga mengatakan bahwa air dan listrik telah pulih dan situasi umum kota telah membaik.
Ahmad Hafyan, penduduk kota lainnya yang kembali dari Jarabulus setelah pembebasan, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Turki karena telah mendukung kepulangan mereka ke tanah air.
Dia juga menceritakan bahwa kelompok teroris YPG/PKK menghancurkan rumah mereka ketika mengetahui saudara-saudaranya bergabung dengan SNA dan berpartisipasi dalam Operasi Mata Air Perdamaian.
"Saya sedih ketika melihat rumah saya hancur. Saya bahkan mengalami kesulitan saat berbicara. Saya ingin Turki dan masyarakat dunia membantu membangun kembali rumah saya,” lanjut dia.
"Sejauh ini, 5.000 warga sipil telah kembali ke wilayah itu. Kami berharap jumlah ini akan meningkat di tengah peningkatan layanan di kota itu," ungkap Vail Hamdo, kepala dewan lokal di Tal Abyad.
Tal Abyad dibebaskan dari teroris YPG/PKK oleh Angkatan Bersenjata Turki dan Tentara Nasional Suriah pada 13 Oktober 2019, selama operasi kontra-teroris di Suriah utara.
Turki, pada 9 Oktober 2019, meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian untuk membasmi teroris YPG/PKK dari Suriah utara di timur Sungai Efrat untuk mengamankan perbatasan Turki, membantu pengembalian pengungsi Suriah dengan aman, dan memastikan integritas wilayah Suriah.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi. YPG adalah cabang PKK di Suriah.