Pizaro Gozali Idrus
20 April 2020•Update: 21 April 2020
JAKARTA
Alliance of Health Workers (AHW) dan Filipino Nurses United (FNU) mengaku sangat prihatin atas meningkatnya kasus Covid-19 di antara mereka dan mendesak pemerintah menggelar tes secara regular, lansir Philstar pada Senin.
Dalam pernyataan terpisah, AHW dan FNU menyoroti risiko yang dihadapi petugas kesehatan saat mereka terpapar Covid-19 karena tidak memiliki alat perlengkapan yang memadai.
Presiden AHW Roberto Mendoza mengkritisi pernyataan pemerintah Filipina yang hanya akan melakukan tes kepada petugas medis dengan gejala Covid-19.
Menurut Mendoza, sikap pemerintah sangat menyedihkan dan mengabaikan pengorbanan para petugas medis dalam melawan Covid-19.
“Kami menyesalkan keputusan Departemen Kesehatan baru-baru ini bahwa hanya petugas kesehatan dengan gejala Covid-19 parah atau ringan yang memenuhi syarat untuk test,” kata Mendoza.
Mendoza menyampaikan petugas kesehatan sebagai garda terdepan dalam menghadapi Covid-19 harus diperiksa secara reguler dan bebas dari virus korona karena merekalah yang merawat pasien.
Mendoza menambahkan banyak rekan mereka yang terinfeksi terutama karena kurangnya alat pelindung diri.
Kondisi ini diperburuk dengan tugas 12 jam sehari selama tujuh hingga delapan hari dalam setengah bulan.
Pemerintah, menurut Mendoza, harus merekrut lebih banyak petugas kesehatan tetap dan meningkatkan alokasi anggaran rumah sakit umum karena belum ada kepastian kapan epidemi akan berakhir.
Pernyataan Mendoza ini juga diamini oleh Presiden FNU Maristela Abenoja.
Abenoza mengatakan dengan semakin menipisnya tenaga rumah sakit, pemerintah harus melakukan perekrutan massal darurat perawat dengan standar keamanan pekerjaan.
“Dan diberikan perlindungan yang memadai dalam kinerja tugas mereka," ujar dia.
Mengutip laporan dari Departemen Kesehatan, Abenoja mengklaim ada 766 petugas kesehatan yang telah tertular virus per Jumat.
Dari jumlah ini, 339 orang adalah dokter, sementara 342 orang merupakan perawat.