Ahmad Adil
18 Agustus 2018•Update: 19 Agustus 2018
Ahmad Adil
NEW DELHI
Korban tewas akibat banjir di Kerala, selatan India, telah bertambah menjadi 324 orang, pada Jumat.
Pemerintah telah mengirimkan sejumlah helikopter ke area itu untuk membantu proses evakuasi.
"Kerala menghadapi banjir terburuk dalam satu abad. Sebanyak 80 bendungan meluap, 324 orang tewas, dan sekitar 223139 orang mengungsi ke 1500 kamp bantuan. Uluran tangan Anda dapat membangun kembali kehidupan orang-orang yang terkena bencana,” kata kantor perdana menteri lewat Twitter, mendesak masyarakat untuk turut menyumbang dana.
Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa lebih dari 3.000 orang telah diselamatkan oleh tentara.
Pinarayi Vijayan, kepala menteri Kerala, mengatakan bahwa semua orang yang "terdampar" akan segera diselamatkan.
Pusat operasi darurat negara bagian Kerala mengungkapkan pihaknya menerima sejumlah panggilan darurat dari orang-orang yang terdampar di berbagai wilayah.
Kantor menteri Kerala juga mengatakan bahwa kondisi 13 dari 14 distrik termasuk dalam siaga merah.
“Badan Meteorologi memperingatkan bahwa hujan lebat dapat membahayakan 13 distrik itu. Semua orang harap berhati-hati," kata kantor menteri.
Perdana Menteri India Narendra Modi mengumumkan pada Jumat pagi bahwa dia akan mengunjungi Kerala keesokan harinya.
“Baru saja berdiskusi dengan kepala menteri Kerala Shri Pinarayi Vijayan mengenai situasi terkini akibat banjir di seluruh negara bagian. Kami juga meninjau operasi penyelamatan. Saya akan mengunjungi Kerala untuk meninjau langsung situasi," cuit Modi.
Kerala telah mengumumkan bahwa Bandara Internasional Kochi ditutup sementara hingga 26 Agustus karena beberapa area bandara terendam banjir.