Maria Elisa Hospita
28 Januari 2019•Update: 28 Januari 2019
Ahmad Adil
CHANDIGARH, India
Pengadilan India memvonis 15 orang bersalah dalam pengeboman berantai pada 2008 di timur laut negara bagian Assam.
Menurut laporan media lokal, jaksa penuntut meminta agar 15 orang itu dihukum mati.
Ranjan Daimary, pendiri Front Demokrasi Nasional Bodoland (NDFB) - yang ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh India - juga dinyatakan bersalah oleh pengadilan khusus Biro Pusat Investigasi (CBI) di Guwahati.
Pada Oktober 2008, serangkaian bom diledakkan di negara bagian itu, menewaskan sedikitnya 88 dan melukai hampir 500 orang.
“Jaksa penuntut umum khusus TD Goswami mengatakan negara telah menjatuhkan hukuman mati. Pengadilan khusus CBI akan mengumumkannya secara resmi pada 30 Januari,” papar Hindustan Times pada Senin.
Surat kabar itu juga mengungkapkan ada sebanyak 22 orang terduga dalam kasus ini, termasuk tujuh buronan, yang dua di antaranya diyakini tewas.
Pemerintah negara bagian membentuk pengadilan khusus pada 2017 untuk mempercepat proses persidangan kasus ini.