Iqbal Musyaffa
30 Januari 2020•Update: 31 Januari 2020
JAKARTA
Kementerian Luar Negeri terus mendorong proses perdamaian di Afghanistan, termasuk pemberdayaan peran perempuan di negara tersebut.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan tidak pernah dibayangkan sebelumnya Indonesia bisa berkomunikasi dengan Taliban.
Saat ini, Indonesia telah menjalin komunikasi dengan semua pihak yang terlibat dalam konflik di Afghanistan yang sudah berlangsung lebih dari 40 tahun.
“Kita empower kaum perempuan. Kalau perempuan terlibat dalam perundingan perdamaian, maka potensi berhasilnya ada perdamaian lebih besar,” ujar dia di Jakarta, Kamis.
Menteri Retno meyakini keterlibatan perempuan dalam proses perdamaian akan membuat perdamaian menjadi lebih berkelanjutan.
Dia mengatakan Indonesia sejak beberapa tahun ini sudah banyak berinvestasi untuk perdamaian dan keamanan. Selain itu, dia ingin menjadikan perempuan sebagai agen perdamaian.
“Kita didik perempuan Afghanistan jadi agen perdamaian. Saat konflik selesai saya ingin hak perempuan Afghanistan bisa tetap dihormati,” imbuh Menteri Retno.
Menteri Retno juga menekankan pentingnya peran dari penjaga perdamaian perempuan di Afghanistan.
Menurut dia, Indonesia sudah banyak berperan dalam perdamaian di sana dengan membangun klinik, masjid, dan fasilitas lainnya sebagai bagian dari upaya untuk menebarkan energi toleransi dan moderasi di Afghanistan.